Investor News

Mitra Keluarga Membukukan Pertumbuhan Pendapatan 47% dan Pertumbuhan Laba 75% untuk 9M21

OLEH Aditya Widjaja

Jakarta, 1 November 2021

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. ("Mitra Keluarga" atau "Perseroan", terdaftar sebagai "MIKA" di Bursa Efek Indonesia) telah mengumumkan hasil keuangan untuk kuarta ketiga tahun 2021.

Sekilas Kinerja

Mitra Keluarga membukukan Pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp 3,4 triliun dan Rp 1,45 triliun yang mencerminkan Pertumbuhan YoY masing-masing sebesar 47,1% dan 74,6%. Total volume pasien di 9M21 tumbuh sebesar 10,8% dibanding periode yang sama di tahun 2020, didukung oleh pertumbuhan volume pasien COVID-19 yang bertumbuh sebesar 156.7% dan juga pertumbuhan pasien Non-COVID-19 yang bertumbuh sebesar 3.5% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

 

Update COVID-19

Mitra Keluarga akan selalu mendukung Pemerintah dan Negara untuk melawan COVID-19.

  • Mitra Keluarga telah menangani lebih dari 19.000 kasus selama 9M 2021 dari total 32.000 kasus COVID-19 yang dilaporkan sejak awal pandemic terjadi di tahun 2020.
  • Perusahaan telah mengalokasikan hingga 1.473 tempat tidur untuk perawatan COVID-19 di seluruh jaringan Rumah Sakit Mitra Keluarga dan Kasih pada saat terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi.
  • Mitra Keluarga telah melakukan lebih dari 890 ribu tes rapid antigen & tes PCR pada tahun 2021.

 

Tinjauan Kedepan

Rumah Sakit Zona Hijau

Seiring dengan penurunan kasus COVID-19 sejak Agustus hingga Oktober 2021, Perseroan mengambil langkah yang cepat untuk mengkampanyekan “Rumah Sakit Zona Hijau“ yang bertujuan untuk mempromosikan lingkungan medis yang aman dan steril dan telah diterapkan di lebih banyak rumah sakit kami. Hingga saat ini, terdapat total tiga rumah sakit yang didedikasikan untuk perawatan pasien COVID-19. Strategi ini memungkinkan Rumah Sakit Mitra Keluarga untuk menghadirkan rumah sakit “Bebas Covid” untuk lebih memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dan pengunjung untuk melakukan semua kebutuhan terkait medis di Ruamh Sakit.

 

Digitalisasi

Pada September 2021, Mitra Keluarga meluncurkan “AlteaCare”, lini bisnis digital Mitra Keluarga. Altea Care bertujuan untuk menghubungkan penyedia rumah sakit dengan pasien dari jarak jauh. Saat ini telah hadir fitur telekonsultasi melalui panggilan video, akses ke catatan medis pasien dan layanan pengiriman obat. Pengembangan kedepan, platform ini akan diperluas untuk mencakup e-farmasi, laboratorium elektronik, dan pembuatan janji untuk konsultasi dengan dokter di Rumah Sakit.

 

Rencana Ekspansi Rumah Sakit

Mitra Keluarga akan terus menambah lebih banyak rumah sakit di masa depan, baik melalui rencana ekspansi greenfield maupun brownfield:

  • Mitra Keluarga dengan bangga meresmikan Rumah Sakit ke-26 di Jawa Timur. Mitra Keluarga Pondok Tjandra mulai beroperasi pada 22 Februari 2021.
  • Mitra Keluarga telah memulai pembangunan Rumah Sakit ke-27 dan ke-28 masing-masing pada April 2021 dan Juli 2021.
  • Mitra Keluarga meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang ada, total tempat tidur operasional untuk 9M 2021 berjumlah 3.252, meningkat 5,8% YoY.
  • Peluang M&A tetap menjadi salah satu strategi pertumbuhan Mitra Keluarga.

Mitra Keluarga akan terus berkomitment untuk meningkatkan intensitas pendapatan melalui penerapan medis yang lebih kompleks dan terkini:

  • Mitra Keluarga meluncurkan layanan terbarunya pada 10 Januari 2021, dengan spesialisasi kesehatan kesuburan: Klinik Kesuburan MBRIO yang berlokasi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, didukung oleh dokter kandungan dan andrologi berpengalaman.
  • Mitra Keluarga telah memulai konstruksi untuk Layanan Radioterapi yang berlokasi di Mitra Keluarga Bekasi Timur pada bulan Agustus 2021.

 

Kinerja Keuangan 9M21

  • Total Pendapatan sebesar Rp3,4 triliun untuk 9M 2021, dibandingkan dengan Rp2,3 triliun di 9M 2020, meningkat 47,1% YoY.
  • Total Kunjungan Rawat Jalan sebesar 1,7 juta untuk 9M 2021, dibandingkan dengan 1,5 juta pada 9M 2020, meningkat 11,1% YoY.
  • Total Hari Rawat Inap 532,4 ribu untuk 9M 2021, dibandingkan 431,6 ribu di 9M 2020, meningkat 23,3% YoY.
  • Pendapatan Rata-rata per Kunjungan Rawat Jalan sebesar Rp 690,9 ribu untuk 9M 2021, dibandingkan dengan Rp 534,6 ribu di 9M 2020, meningkat 29,2% YoY.
  • Pendapatan Rata-rata per Hari Rawat Inap sebesar Rp 4,2 juta untuk 9M 2021, dibandingkan dengan Rp 3,5 juta di 9M 2020, meningkat 20.8% YoY.
  • Bed Occupancy Ratio sebesar 60,0% untuk 9M 2021, dibandingkan dengan 51,2% di 9M 2020, meningkat sebesar 8,7%. Total Tempat Tidur Operasional untuk 9M 2021 berjumlah 3.252, meningkat sebesar 5,8% YoY.
  • Laba Kotor Rp 1,8 triliun untuk 9M 2021, dibandingkan Rp 1,1 triliun di 9M 2020, meningkat 63,0% YoY.
  • Margin Laba Kotor sebesar 52,4% untuk 9M 2021, dibandingkan dengan 47,3% di 9M 2020, meningkat 5,1% YoY.
  • Biaya Operasional sebesar Rp 555,8 miliar untuk 9M 2021, dibandingkan dengan Rp 465,2 miliar di 9M 2020, meningkat 19,5% YoY.
  • EBITDA Rp 1,45 triliun untuk 9M 2021 dibandingkan Rp 826,3 miliar di 9M 2020, meningkat 75,6% YoY.
  • Marjin EBITDA sebesar 42,6% untuk 9M 2021 dibandingkan dengan 35,8% YoY, meningkat 6,8%.
  • Laba Bersih Rp 1,0 triliun untuk 9M 2021, dibandingkan Rp 570,1 miliar di 9M 2020, meningkat 77,1% YoY. Perseroan mempertahankani posisi kas sebesar Rp2,3 triliun per 30 September

 

Sekilas PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk

Perusahaan mendirikan rumah sakit pertamanya pada tahun 1989, dan pada saat ini memiliki dan mengoperasikan 26 rumah sakit, enam belas di antaranya berlokasi di wilayah Jabodetabek; ada lima di Jawa Barat, empat di Surabaya (Jawa Timur), dan satu di Tegal (Jawa Tengah). Mayoritas rumah sakit dilengkapi dengan ruang gawat darurat, klinik rawat jalan, bangsal rawat inap, ruang operasi, unit perawatan intensif dan apotek, serta fasilitas laboratorium dan radiologi. Mereka juga menawarkan layanan khusus, seperti kebidanan, pediatri, penyakit dalam, angioplasti, bedah ortopedi, dan bedah saraf.

Sejak awal yang sederhana, Perusahaan telah bekembang menjadi salah satu operator rumah sakit swasta terbesar di Indonesia, dengan jumlah pasien 2,2 juta pada tahun 2020; dalam hal kapasitas tempat tidur rumah sakit, terdapat 3.105 tempat tidur operasional per 31 Desember 2020. Perusahaan mempekerjakan sekitar 7.382 staf medis dan non-medis, dengan sekitar 1.345 spesialis yang berpraktik di semua rumah sakitnya pada akhir tahun 2020.

Perseroan berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 24 Maret 2015. Dengan free float sebesar 38,14%, Perseroan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 38,9 triliun per 31 Desember 2020. (IDX: MIKA).