• Pertanyaan Terbaru
  • Pertanyaan Populer

Sakit perut bagian atas di tengah

Dok, Nama saya Irma..saya mau tanya, sudah 3 hr ini saya suka sakit perut bagian atas di tengah dok..dan itu suka hilang timbul. Saya sudah periksa ke dokter, tes darah hasilnya leukositnya mencapai 15rbuan pdhl katanya maks.10rbu. Lalu saya jg di USG hasilnya tdk ada indikasi usus buntu. Tp rasa sakit itu masih muncul jg sampai skrg. Kira2 itu knp dok? Mohon penerangannya. Terima Kasih

    Dokter RSMK Bekasi Timur
    Dokter RSMK Bekasi Timur

    Mbak Irma yang baik…
    Terimakasih atas kunjungannya diwebsite RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
    Mohon maaf atas keterlambatan membalas email dari mbak Irma.Mengenai keluhan dari mbak Irma, saya akan mencoba menjawabnya.
    Seperti kita ketahui bahwa rasa sakit di perut bisa disebabkan oleh banyak hal, meski terkesan sepele kadang rasa sakit ini menjadi tanda dari suatu penyakit serius. Apa saja penyebab rasa sakit di perut?

    Perut yang sakit bisa terjadi sebentar, hilang timbul atau muncul pada waktu-waktu tertentu saja.Terdapat beberapa penyebab rasa sakit di perut, yaitu:

    1. Batu Empedu
    Batu empedu terbentuk di kandung empedu, batu-batu ini menyebabkan
    pembengkakan dan memblokir saluran usus sehingga timbul sakit. Sakit batu
    empedu cenderung menyerang sisi kanan perut bagian atas terutama setelah
    makan berlemak karena memicu kandung empedu berkontraksi.

    2. Pankreatitis
    Peradangan pankreas bisa menyebabkan rasa sakit terbakar di perut bagian atas
    atau tengah, beberapa orang bahkan ada yang merasa linu sampai ke punggung.
    Biasanya orang bersandar ke depan atau berbaring terlentang untuk mengurangi
    rasa sakit dan meredakan nyeri, mual dan muntah.

    3. GERD
    Gastroesophageal reflux disease (GERD) menyebabkan nyeri di perut atas dan
    dada bagian bawah atau nyeri di ulu hati. Penyebabnya katup yang memisahkan
    perut dari kerongkongan lemah sehingga makanan dan asam lambung bisa naik
    ke atas. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan atau jenis makanan berlemak
    bisa memperburuk keadaan.

    4. Intoleransi laktosa
    Umumnya disebabkan karena tubuh tidak bisa menerima laktosa yaitu gula yang
    ditemukan dalam produk susu dan susu. Biasanya menyebabkan sakit perut
    ringan, kembung, diare, bersendawa, gas dan gangguan pencernaan.

    5. Efek samping obat
    Bifosfonat oral yang berguna membantu mempertahankan kepadatan tulang dan
    mencegah osteoporosis bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit di
    esofagus. Sedangkan obat nyeri yang dikenal NSAID seperti ibuprofen dan aspirin
    bisa menyebabkan pembengkakan di lapisan lambung.

    6. Radang usus (diverticulitis)
    Peradangan ini terjadi di kantong yang terbentuk di lapisan usus biasanya usus
    besar. Gejalanya berupa kram di perut bagian bawah dan biasanya diet tinggi
    serat bisa membantu.

    7. Endometriosis
    Kondisi ini terjadi ketika sel-sel dari dinding rahim yang tidak tumbuh di tempatnya.
    Biasanya ditandai dengan nyeri, perdarahan tidak teratur dan infertilitas.
    Endometriosis sulit didiagnosis dan seringkali membutuhkan rujukan dokter
    kandungan dan USG panggul.

    8. Radang usus buntu
    Radang usus buntu lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda,
    biasanya dimulai dengan rasa sakit di bagian perut tengah dan terus berkembang
    ke bagian kanan bawah perut. Jika tidak dihilangkan bisa pecah dan berpotensi
    mengancam hidup.

    9. Luka di lambung
    Adanya luka atau bisul di lambung dan duodenum (bagian pertama dari usus
    kecil) merupakan penyebab utama sakit perut. Nyeri biasanya menyerang daerah
    perut tengah atas dan kadang terjadi setelah makan. Luka di duodenum kadang
    terbangun di malam hari akibat sakit.

    10. Stres
    Stres bisa menyebabkan sakit kepala, tekanan darah tinggi, insomnia dan
    masalah perut. Selain itu depresi telah dihubungkan dengan masalah
    pencernaan serta sindrom iritasi usus besar. Depresi bisa menyebabkan perut
    sakit tapi sakit perut yang konstan.

    11. Keracunan makanan
    Kondisi ini bisa disebabkan oleh keracunan makanan akibat virus atau bakteri,
    biasanya menyebabkan sakit perut yang disertai dengan diare dan muntah.
    Dalam kasus yang yang jarang, keracunan makanan bisa serius atau fatal.

    Mbak Irma yang baik, untuk radang usus buntu biasanya nyeri dari ulu hati kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan selanjutnya akan menetap diperut kanan bawah, disertai gejala mual,muntah,kadang diare dan demam.Dan biasanya dari pemeriksaan darah sel darah putih meningkat.Jika dari hasil USG tidak menggambarkan adanya radang usus buntu, belum tentu bukan usus buntu.Bisa saja usus buntu yang kronik berubah menjadi akut.Dari keluhan mbak Irma belum jelas karena hanya nyeri perut bagian tengah dan Leukositnya meningkat.Tanda-tanda lain tidak ada.Jika mbak Irma sudah mendapat obat lambung dari dokter yang mbak Irma konsultasi pertama tidak ada perubahan, saya anjurkan untuk dilakukan endoskopi yaitu alat yang dimasukkan lewat mulut yang dilengkapi dengan dua buah serat optik, untuk melihat dengan jelas lokasi dan jenis kelainan dalam rongga saluran cerna dan dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam yang terlatih.Mbak Irma bisa datang berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam yang ada di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
    Semoga informasi ini bermanfaat bagi mbak Irma.

Pertanyaan lain