Info Sehat JHVC


"Sakit Dada"
Mungkinkah pertanda SERANGAN JANTUNG ???

Pernakah anda merasakan nyeri di dada kiri yang sifatnya seperti ditusuk-tusuk? pada saat bekerja,olah raga,setelah makan malam atau stress?Apabila ini terjadi,waspadai adanya gejala penyakit jantung pada diri Anda. Selain di dada kiri,biasanya rasa nyeri ini juga merembet ke bahu kiri,leher atau ke lengan kiri,bahkan terkadang rasa nyeri tersebut berfokus di uluhati atau menusuk ke belakang.Menurut Dr.Alfa Ferry FRCS,Spesialis Bedah Jantung-Thoraxdari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading,Jakarta,rasa nyeri yang harus diwaspadai ini kadang diabaikan orang karena biasanya rasa nyeri ini akan berangsur-angsur berkurang atau hilang sama sekali setelah Anda beristirahat sejenak. Gejala-gejala di atas,biasanya disebut kram jantung ( Angina ) yang terjadi karena otot jantung mengalami kekurangan supplydarah dan bahan makanan akibat adanya penyempitan pembuluh darah koroner jantung.Bila keadaan ini terus menerus dibiarkan dan dirasakan berulang kali akan memicu terjadinya serangan jantung (Infark Miokard Akut).Hal ini dapat terjadi karena jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh akibat kerusakan otot yang ditandai dengan rasa nyeri yang hebat disertai keringat dingin dan pusing.Keadaan ini sangat membahayakan karena dapat menyebabkan orang tersebut kehilangan kesadarannya bahkan meninggal mendadak.

Atasi masalah kesehatan jantung sedari dini
Untuk mengetahui adanya penyempitan pembuluh koroner jantung seorang dokter harus melakukan beberapa tahap pemeriksaan seperti pemeriksaan awal dengan Test Stress Electro Kardiografi ( Stress EKG/Stress Test/Treadmill ) yang dilanjutkan dengan pemeriksaan yang lebih pasti untuk mengetahui ada tidaknya penyempitan sekaligus mengetahui secara pasti lokasi penyempitan dengan kateterisasi ( angiografi ) pembuluh koroner jantung.
Hingga saat ini angiografi merupakan pemeriksaan Gold Standard ( terpenting ) untuk mengetahui dengan pasti lokasi penyempitan pembuluh koroner. Setelah Angiografi dilakukan,penanganan dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu PTCA atau CABG.

Penanganan intervensi
Secara Percutaneous Ballon Angioplasty (PTCA) dilakukan oleh ahli jantung (cardiologist)dengan cara melebarkan pembulu darah yang sempit dengan peniupan balon dan atau dengan pemasangan Stent(penunjang).

Operasi
Sedangkan operasi by-passatau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG)dilakukan oleh ahli bedah jantung ( cardiac surgeon ) dengan cara melakukan pemasangan pembuluh darah pintas ( Bypass Grafting ) pada pembuluh koroner jantung yang sempit atau tersumbat.pembuluh darah dapat diambil dari pembuluh darah balik di kaki,pembuluh darah di bawah dada,atau dari pembuluh darah di lengan.pada kasus penyempitan pembuluh darah koroner dimana penyempitan terjadi lebih dari satu lokasi dan penderita mengidap Diabetes,CABG merupakan pilihan yang lebih baik.demikian juga pada penyempitanyang terjadi di pangkal pembuluh koroner kiri (left main disease) dan bagi pasien yang mengalami penyempitan ulang setelah dilakukan PTCA.
penanganan dengan obat-obatan hanya penunjang saja dan belum dapat mengatasi masalah utamanya yaitu penyempitan pembuluh koroner jantung.
proses bedah jantung itu sendiri terbagi atas 2 proses operasi
  1. pembelahan tulang sternum atau dada depan
  2. pemasangan pembuluh pintas koroner Coronary Artery Bypass Grafting (CABG)yang dilakukan dengan menggunakan mesin pompa jantung paru Terumo Sarns 8000 (on Pump).
    1. On pump: Menggunakan mesin pompa jantung paru sementara denyut jantung diambil alih sementara oleh mesin pompa jantung paru sehingga peredaran darah di tubuh tetap terjaga dengan baik.
    2. Off Pump: Tidak menggunakan mesin pompa tetapi menggunakan alat bantu untuk menstabilkan fungsi pompa jantung.
    3. pilihan semata-mata ditentukan berdasarkan keadaan pasien.


Pada dasarnya operasi bedah jantung merupakan suatu operasi yang mempunyai standard prosedur yang jelas dan apabila dijalankan dengan benar dan baik mempunyai resiko operasi yang relatif kecil. Operasi bedah jantung bukan merupakan suatu 'end-point' dari pengobatan penyakit jantung,tetapi merupakan salah satu alternatif dari jenis pengobatan penyakit jantung.

Dalam proses penyembuhan operasi,perawatan tulang dada memerlukan waktu penyambuhan relatif lebih lama dibanding pembuluh pintas jantung itu sendiri yang langsung berfungsi setelah operasi.

Seperti halnya operasi lain,risiko operasi sangat tergantung dari kondisi jantung si pasien.Seorang penderita dengan fungsi jantung baik yang belum pernah mengalami serangan jantung,maka memiliki risiko kematian kurang dari 1%,sementara penderita dengan fungsi jantung terganggu risikonya meningkat hingga 4-5%.Hal ini menunjukan bahwa Tindakan operasi pada keadaan dini jauh lebih baik.sedangkan bila operasi jantung tidak dilakukan atau terlambat maka resiko kematian menjadi sangat besar

Sumber:RSMKKG dan kompas,Minggu, 14 September 2003


Kembali ke Info Sehat JHVC









JAKARTA HEART & VASCULAR CENTER
RS MITRA KELUARGA KELAPA GADING
Jl. Bukit Gading Raya kav.2, Kelapa Gading - Jakarta 14240
Telp. +62 21 4585 2700 & 4585 2800
Fax. +62 21 4585 2727


Copyright © Mitra Keluarga Group - All Rights Reserved | Powered by MIS Department Mitra Keluarga Group