Digital Substraction Angiography (DSA)

Oleh: dr. Suci Sekarini M (12041413)

Apa itu Angiografi?

Angiografi adalah salah satu cara untuk menghasilkan gambaran x-ray dari bagian dalam pembuluh darah. Saat pembuluh darah tersumbat, menyempit, rusak atau abnormal dalam berbagai hal, masalah termasuk stroke dapat muncul. Angiografi membantu dokter Anda untuk membedakan sumber dari masalah dan menjabarkan kerusakan dari segmen pembuluh darah yang sedang di periksa.

Apa itu angiografi cerebral?

Angiografi cerebral atau juga dikena dengan Intraarterial Digital Subtraction Angiography (IADSA) merupakan teknik angiografi yang dilakukan pada pembuluh darah otak. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan kateter (pipa panjang, tipis dan fleksibel) ke dalam arteri pada lengan maupun tungkai. Menggunakan kateter, praktisi menginjeksikan pewarna spesial (kontras) ke dalam pembuluh darah yang menuju ke otak. Pada angiografi cerebral, gambaran x-ray menunjukan abnormalitas yang terjadi pada pembuluh darah otak. Hasil dari cerebral angiogram lebih akurat dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh karotid Doppler. Biasanya cerebral angiografi dilakukan setelah adanya tes lain yang menemukan adanya abnormalitas. Angiografi digunakan untuk menolong mendeteksi dan mendiagnosa stroke akut. Gambaran yang dihasilkan dari cerebral angiografi tidak dapat ditemukan pada teknik pemeriksaan lain.

Apa yang terjadi selama pemeriksaan angiografi cerebral?

Sebelum prosedur ini dilakukan, Anda perlu membuka seluruh baju dan perhiasan yang melekat di tubuh dan menggunakan baju khusus yang steril. Anestesi lokal akan diberikan pada daerah dimana insisi akan dilakukan sebagai tempat penempatan kateter. Kateter akan di posisikan di dalam arteri karotis dan kontras akan diinjeksikan. Selama penginjeksian kontras biasanya Anda akan merasakan sensasi hangat. Sebuah mesin x-ray reguler akan digunakan untuk mengambil gambar dari pembuluh darah otak. Praktisi dan radiologis akan selalu bersama Anda selama prosedur berlangsung. Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung yang mungkin memakan waktu selama kurang lebih 2 jam hingga selesai.

Apa itu DSA “Brainwash”?

Tindakan “brainwash”sesungguhnya merupakan suatu prosedur cerebral angiografi (DSA) dengan menggunakan Heparin dan Integrilin (Eptifibatide). Setelah diketahui adanya sumbatan dengan injeksi kontras, penginjeksian Heparin (pengencer darah) dan Eptifibatide (antiplatelet) diharapkan mampu melarutkan bekuan darah yang terjadi pada stroke akut non perdarahan sehingga bagian otak yang tidak mendapat aliran darah bisa kembali mendapat aliran darah yang cukup.

Heparin biasanya diberikan berupa flushing pada awal prosedur diagnostik, dan dapat dilanjutkan dengan continous infusion (heparinized saline) pada prosedur intervensi terapeutik. Sedangkan penggunaannya bersama antiplatelet injeksi secara bersamaan diberikan oleh operator dalam kondisi yang sangat khusus, biasanya pada kasus emergensi, misalnya terjadi komplikasi trombosis berulang saat tindakan dilakukan. Penggunaan kombinasi heparin dan antiplatelet injeksi tidak diberikan secara rutin dalam prosedur neurointervensi.

Heparin dan antiplatelet bekerja untuk mencegah terjadinya penyumbatan baru, bukan menghancurkan penyumbatan pada pembuluh darah. Jadi sifatnya preventif bukan kuratif. Penggunaan kedua obat ini terbatas pada kasus stroke akut non perdarahan karena apabila digunakan pada stroke akut perdarahan justru akan memperberat kondisi perdarahan yang terjadi. Pada kasus stroke perdarahan, tindakan DSA yang dilakukan biasanya hanya dengan injeksi kontras untuk mengetauhi lokasi perdarahan yang terjadi dengan lebih akurat. Pemberian heparin dan antiplatelet injeksi tidak dapat mengobati stroke yang sudah lama terjadi, apalagi mengembalikan kelumpuhan. Pemberian heparin dan antiplatelet dengan prosedur DSA hanya memiliki efektifitas yang tinggi pada kasus stroke akut (baru saja terjadi) non perdarahan.

Apa resiko dari tindakan angiografi cerebral?

Anda mungkin akan merasakan sensasi tidak nyaman atau nyeri pada tempat masuknya kateter. Anestesi lokal yang diberikan seharusnya mengurangi rasa tidak nyaman ini. Tindakan angiografi cerebral ini mungkin mencetuskan stroke yang terjadi karena kateter, dimana kateter memecah plak yang mungkin menyumbat pembuluh darah yang lebih kecil pada otak. Sementara itu penggunaan kombinasi heparin dan antiplatelet pada prosedur DSA memiliki efek samping perdarahan. Namun penggunaan masing-masing obat ini tanpa dikombinasi memberikan manfaat pada pasien. Setiap tindakan intervensi medis memiliki resiko karenanya konsultasi dengan dokter spesialis sebelum tindakan merupakan langkah yang sangat penting. Selain dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien, dokter juga akan menginformasikan resiko-resiko yang mungkin terjadi selama dan setelah tindakan dilakukan.

Tindakan DSA ini yang dikerjakan oleh seorang dokter radiologi intervesi yaitu area spesialisasi dalam bidang radiologi yang menggunakan teknik radiologi seperti sinar- x, CT-scan, MRI, dan ultrasound untuk menempatkan kabel, tabung, atau instrumen lain di dalam pasien untuk mendiagnosa atau mengobati berbagai kondisi. RS Mitra Keluarga Kelapa Gading memiliki seorang ahli radiologi intervensi yaitu dr. Soewandi, Sp.Rad. (K) RI yang telah banyak menangani berbagai kasus dengan tindakan DSA. Mengkonsultasikan setiap langkah tindakan dengan beliau merupaka langkah yang tepat sebelum mengambil keputusan pelaksanaan tindakan.

Leave a Reply


seven + = 8