PERENCANAAN KB PASCA BERSALIN

Dr. Afra F Tangdialla, SpOG

Keluarga berencana (KB) adalah usaha untuk mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera melalui pengaturan kelahiran anak dengan cara menunda kelahiran anak pertama, menjarangkan kelahiran anak berikutnya, maupun membatasi kelahiran anak selanjutnya melalui penggunaan alat/ obat kontrasepsi setelah melahirkan.
Pasca persalinan/masa nifas adalah suatu keadaan/masa dimulai sejak bayi lahir diikuti dengan keluarnya plasenta (ari-ari). Berakhir sampai rahim pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil, biasanya 40 hari. Konseling tentang KB dimulai pada saat kunjungan asuhan antenatal (perawatan kehamilan) ke fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan (dokter/ bidan). Dimana pada saat melakukan asuhan antenatal tersebut ibu akan mendapatkan konseling selain konseling KB, juga tentang gizi dan ASI eksklusif, serta konseling tentang persiapan persalinan oleh tenaga kesehatan.

Pengelompokan Metode Keluarga Berencana

  • KB alamiah: cara KB yang tidak memakai alat, obat, atau tindakan operatif tetapi berdasarkan adanya masa subur dan tidak subur
  • KB buatan: cara KB dengan memakai alat, obat, atau tindakan operatif

Pentingnya ASI bagi Bayi

    • Asi merupakan gizi terbaik yang tidak tergantikan oleh susu formula

  • Kontak kulit antara Ibu dan Bayi membuat otak bayi mengeluarkan hormon oksitosin (hormon cinta) membuat bayi tenang dan merasa terlindungi.
  • Bayi mendapat kolostrum, kaya antibodi, penting untuk pertumbuhan usus,ketahanan infeksi, dan kehidupan bayi.

Syarat Kontrasepsi di Masa Menyusui Efektif

  • Tidak berpengaruh terhadap Kualitas dan produksi ASI
  • Tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan bayi
  • Efek samping minimal
  • Kesuburan dapat kembali cepat, bila pemakaian kontrasepsi dihentikan.

Jenis Kontrasepsi yang aman bagi Ibu Menyusui

  • Metode Amenore Laktasi dan metode alami lainnya
  • Kontrasepsi Barrier (Kondom, Diaphragma, Spermisida)
  • Kontrasepsi Hormonal (hormon progestogen saja) : POP (Mini Pil), Injeksi, Implan, LNG IUS.
  • IUD
  • Kontrasepsi Mantap (sterilisasi)

Gb. Kontrasepsi MantapGb. Kontrasepsi Mantap

pil-kb suntik-kb pasang kb alat kb

Gb. Kontrasepsi Hormonal

Yang dapat menggunakan :

  • Semua perempuan
  • Paritas berapapun
  • Kurus atau gemuk
  • Merokok
  • Alasan kesehatan tertentu
  • Alasan agama atau filosofi
  • Tidak dapat menggunakan metode lain
  • Ingin pantang sanggama tiap siklus
  • Ingin mengobservasi, mencatat dan menilai

Yang tidak dapat menggunakan :

  • Kehamilan merupakan risiko tinggi
  • Belum mendapat haid
  • Siklus haid tak teratur
  • Pasangan tidak mau bekerja sama

Metode KBA meliputi :

  • Cara menyusui penuh (ASI eksklusif)
  • Metode kalender
  • Metode suhu basal
  • Metode sympto-termal
  • Metode Keefe
  • Metode lendir cerviks (billings)
  • Ovutest

Kontra Indikasi :

  • Hamil atau diduga hamil
  • Perdarahan per vaginam yang belum jelas penyebabnya
  • Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
  • Menggunakan obat tuberkulosis (rifampisin), atau obat untuk epilepsi (fenitoin dan barbiturat)
  • Kanker payudara atau riwayat kanker payudara
  • Mioma uterus
  • Riwayat stroke

PERENCANAAN KB PASCA BERSALIN

Dr. Afra F Tangdialla, SpOG

Keluarga berencana (KB) adalah usaha untuk mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera melalui pengaturan kelahiran anak dengan cara menunda kelahiran anak pertama, menjarangkan kelahiran anak berikutnya, maupun membatasi kelahiran anak selanjutnya melalui penggunaan alat/ obat kontrasepsi setelah melahirkan.

Pasca persalinan/masa nifas adalah suatu keadaan/masa dimulai sejak bayi lahir diikuti dengan keluarnya plasenta (ari-ari). Berakhir sampai rahim pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil, biasanya 40 hari. Konseling tentang KB dimulai pada saat kunjungan asuhan antenatal (perawatan kehamilan) ke fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan (dokter/ bidan). Dimana pada saat melakukan asuhan antenatal tersebut ibu akan mendapatkan konseling selain konseling KB, juga tentang gizi dan ASI eksklusif, serta konseling tentang persiapan persalinan oleh tenaga kesehatan.

Pengelompokan Metode Keluarga Berencana

  • KB alamiah: cara KB yang tidak memakai alat, obat, atau tindakan operatif tetapi berdasarkan adanya masa subur dan tidak subur

  • KB buatan: cara KB dengan memakai alat, obat, atau tindakan operatif

Pentingnya ASI bagi Bayi

  • Asi merupakan gizi terbaik yang tidak tergantikan oleh susu formula

  • Kontak kulit antara Ibu dan Bayi membuat otak bayi mengeluarkan hormon oksitosin (hormon cinta) membuat bayi tenang dan merasa terlindungi.

  • Bayi mendapat kolostrum, kaya antibodi, penting untuk pertumbuhan usus,ketahanan infeksi, dan kehidupan bayi.

Syarat Kontrasepsi di Masa Menyusui Efektif

  • Tidak berpengaruh terhadap Kualitas dan produksi ASI

  • Tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan bayi

  • Efek samping minimal

  • Kesuburan dapat kembali cepat, bila pemakaian kontrasepsi dihentikan.

Jenis Kontrasepsi yang aman bagi Ibu Menyusui

  • Metode Amenore Laktasi dan metode alami lainnya

  • Kontrasepsi Barrier (Kondom, Diaphragma, Spermisida)

  • Kontrasepsi Hormonal (hormon progestogen saja) : POP (Mini Pil), Injeksi, Implan, LNG IUS.

  • IUD

  • Kontrasepsi Mantap (sterilisasi)

Gb. Kontrasepsi Mantap

Gb. Kontrasepsi Hormonal

Yang dapat menggunakan :

  • Semua perempuan

  • Paritas berapapun

  • Kurus atau gemuk

  • Merokok

  • Alasan kesehatan tertentu

  • Alasan agama atau filosofi

  • Tidak dapat menggunakan metode lain

  • Ingin pantang sanggama tiap siklus

  • Ingin mengobservasi, mencatat dan menilai

Yang tidak dapat menggunakan :

  • Kehamilan merupakan risiko tinggi

  • Belum mendapat haid

  • Siklus haid tak teratur

  • Pasangan tidak mau bekerja sama

Metode KBA meliputi :

  • Cara menyusui penuh (ASI eksklusif)

  • Metode kalender

  • Metode suhu basal

  • Metode sympto-termal

  • Metode Keefe

  • Metode lendir cerviks (billings)

  • Ovutest

Kontra Indikasi :

  • Hamil atau diduga hamil

  • Perdarahan per vaginam yang belum jelas penyebabnya

  • Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid

  • Menggunakan obat tuberkulosis (rifampisin), atau obat untuk epilepsi (fenitoin dan barbiturat)

  • Kanker payudara atau riwayat kanker payudara

  • Mioma uterus

  • Riwayat stroke

Leave a Reply


2 − = one