Posts Tagged ‘rehabilitasi medis untuk kepala’

Anda pernah mengalami sakit atau nyeri pada kepala? Ya. Problem tersebut memang dapat dikatakan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang sering mengalami nyeri kepala, ada juga yang tidak. Hingga kini, nyeri kepala adalah penyakit yang sering dijumpai, serta tidak memandang usia terutama pada usia produktif antara 20 hingga 50 tahun. Dalam hal ini, kaum hawa akan lebih sering terkena nyeri kepala dibandingkan kaum adam.
Hingga kini nyeri kepala yang paling sering ditemui adalah Tension Type Headache (TTH) dan Myofascial Trigger Point Syndrome (MTPS). Beberapa faktor pencetus TTH yang mengakibatkan nyeri kepala seperti stres atau depresi, bekerja berlebihan, mengkonsumsi alkohol, obat-obatan, coklat, keju MSG, kurang makan, terlambat makan, hingga posisi tubuh yang salah secara terus menerus.
Seseorang yang terkena nyeri kepala TTH memiliki beberapa gejala dan tanda- tanda seperti , nyeri bersamaan dikedua sisi, nyeri mulai dari tengkuk menyebar kedepan kepala, rasa nyeri tumpul seperti diperas atau seperti memakai ikat kepala yang kencang, nyeri menetap tidak dipengaruhi aktifitas, spasme atau ketegangan otot leher, serta tidak ada mual atau muntah.
Untuk nyeri kepala kepala kategori MTPS, memiliki beberapa penyebab seperti kelelahan atau stres, riwayat trauma, gerakan berulang, postur yang salah, kurang aktifitas, hingga gangguan kondisi kesehatan lainnya. Sama halnya dengan nyeri kepala kategori TTH, wanita lebih sering terkena dibandingkan laki-laki. Nyeri tersebut meningkat pada usia pertengahan. Pencetus atau trigger nyeri kepala MTPS umumnya terjadi di bagian belakang kepala hingga leher. Untuk pemeriksaan bisa dilakukan dengan cara inspeksi (dilihat), palpasi (diraba), mobilitas (digerakkan), dan pemeriksaan syaraf.
Program rehabilitasi medik untuk nyeri kepala bertujuan untuk mengatasi spasme, mengurangi nyeri dengan pemberian beberapa modalitas seperti : terapi panas, terapi latihan, massage, biofeedback, traksi leher, dan needling. Tidak sulit untuk mencegah penyakit ini, yaitu dengan tidur yang cukup, makan makanan sehat, olahraga yang teratur, memahami postur tubuh yang benar, melakukan latihan otot leher, dan melakukan latihan relaksasi. Ketegangan otot atau spasme menjadi gejala utama dari nyeri kepala. Mengenali faktor pencetus dapat membantu mengurangi resiko terkena nyeri kepala.