Posts Tagged ‘saraf terjepit’

Dr. M. Saekhu SpBSDr. M. Saekhu SpBS

Spesialis Bedah Syaraf

RS Mitra Keluarga Cibubur

Mengenal Lebih Jauh Saraf Terjepit (HNP)

Semua orang pernah merasakan nyeri tulangbelakang (back pain), baik di leher, punggung, maupun pinggang. Pada umumnya(90%) nyeri tulang belakang dapat hilang dengan obat penghilang nyeri sederhana (obat warung). Sepuluh persennya akan timbul kembali. Meskipun prosentasenya sedikit, akibat yang ditimbulkannya sangat berat, diantaranya cacat saraf menetap. Cacat saraf dapat berupa kelumpuhan lengan dan tungkai kedua sisi, impotensi, dan kehilangan kemampuan dalam mengontrol keinginan berkemih dan buang air besar.

Nyeri pada tulang belakang dapat merupakan gejala awal saraf terjepit yang disebabkan oleh menyempitnya ruang / rongga yang dilalui saraf atau sekelompok saraf. Penyempitan ini dalam bahasa medis disebut dengan Stenosis. Penyebab jepitan saraf di tulang belakang (stenosis) dapat berupa tumor saraf tulang belakang, sebaran kanker ke tulang belakang, infeksi dan sebaran infeksi ke tulang belakang, trauma atau benturan pada tulang belakang, dan penyakit degenerasi atau penuaan dini jaringan.

Penuaan dini jaringan di daerah tulang belakang dapat berupa penuaan dini bantalan antar ruas tulang belakang yang menyebabkan penonjolan pada ruas tulang belakang (Herniasi nucleus pulposus = HNP), HNP merupakan penyakit degenerasi pada daerah tulang belakang yang menjadi awal dari proses penjepitan saraf tulang belakang yang dapat berakibat fatal yaitu kelumpuhan.

Penyebab & Gejala HNP

HNP sering terjadi pada daerah perbatasan antara ruas tulang belakang yang banyak bergerak dengan ruas tulang belakang yang tidak dapat bergerak.Daerah ini merupakan daerah yang paling banyak mendapat beban mekanik sehingga cepat mengalami penuaan dan kehilangan elastisitas.Akibatnya dapat terjadi penonjolan bantalan antar ruas tulang belakang yang menekan / menjepit saraf. Faktor yang memudahkan terjadinya proses penuaan meliputi merokok, faktorketurunan / genetik, sikap tubuh yang tidak tepat, dan beban benturan terutama yang berulang. Ruas tulang belakang yang paling sering terkena adalah ruas leher bawah dan ruas pinggang bawah.

Gejala dan pertanda HNP bergantung pada ruas tulang belakang yang terkena dan berat ringannya penekanan/jepitan yang terjadi. HNP pada ruas leher akan menyebabkan rasa nyeri atau pegel pada leher atau bahu yang menyebar ke lengan. Rasa nyeri pada HNP dapat bertambah saat batuk atau mengejan. Gajala lain meliputi rasa kesemutan atau baal/kebas yang menyebar ke lengan.. Pada HNP yang berat akan ditandai oleh kelumpuhan anggota gerak. Pada tahap awal kelemahan dalam menggenggam, selanjutnya kesulitan mengangkat lengan seperti gerakan menyisir rambut atau mengancing baju. Pada keadaan yang lebih berat kelumpuhan akan diikuti lengan sisi lain dan kedua tungkai. Gejala lain yang dapat timbul adalah impotensi.

HNP pada ruas pinggang akan menimbulkan rasa nyeri pada pinggang yang menyebar ke tungkai. Umumnya ke daerah betis. Dalam bahasa awam rasa nyeri seperti nyetrum. Seperti halnya HNP leher, nyeri pada HNP pinggang juga akan lebih terasa saat batuk atau mengejan. Gejala lain adalah rasa kesemutan, Baal/kebas. Pada keadaan yang lebih berat rasa nyeri akan semakin terasa saat berjalan atau duduk lama. Kelumpuhan pada HNP pinggang adalah ketidakmampuan berjalan dengan jingkat/jinjit atau berjalan dengan tumit.

Pemeriksaan Pelengkap

Untuk memastikan diagnose dan beratnya penyakit, diperlukan pemeriksaan pelengkap yaitu pemeriksaan hantaran listrik serabut saraf dengan EMG.

Pemeriksaan struktur ruas tulang belakang dengan rontgen tulang leher atau pinggang, dan pemeriksaan MRI atau CT Scan. Pemeriksaan MRI lebih menguntungkan karena dapat melihat struktur jaringan lunak seperti jaringan saraf.
read more