Posts Tagged ‘rumah sakit mitra cibubur’

Cegah dan Kendalikan Diabetes Mellitus

Cegah dan Kendalikan Diabetes Mellitus

Sabtu, 27 September 2014 RS Mitra Keluarga Cibubur mengadakan Seminar Awam dengan tema “Cegah & Kendalikan Diabetes Mellitus”, bertempat di Auditorium Lt. 4 RS Mitra Keluarga Cibubur. Adapun RS Mitra Keluarga Cibubur mengundang pasien – pasien diabetes mellitus, komunitas di sekitar Cibubur, dan PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia), dr. Bona Adhista, SpPD (Spesialis Penyakit Dalam) hadir sebagai pembicaranya.

dr. Bona menyampaikan bahwa diabetes merupakan salah satu penyakit tertua manusia, istilah diabetes melitus menggambarkan gejala diabetes yang tidak terkontrol, yakni banyak keluar air seni yang manis karena mengandung gula. Gejala diabetes ialah kadar gula darah yang tinggi menyebabkan pasien sering kencing dalam jumlah banyak, untuk mengimbangi banyaknya air yang keluar sebagai kencing maka pasien akan banyak minum (sering merasa haus), karena tidak terdapat cukup insulin untuk mengubah gula menjadi tenaga tubuh akan menggunakan simpanan lemak dan protein, hal ini menyebabkan hilangnya berat badan. Tujuan pengobatan yaitu mencegah terjadinya komplikasi, meningkatkan kualitas hidup, dan selalu tetap sehat, diet (rendah lemak, rendah garam, dan stop alkohol).

Setelah acara seminar ini berlangsung, dilanjut juga dengan demo senam diabetes oleh instruktur dari PERSADIA dan para peserta seminar lainnya. Acara seminar awam ini sangat menarik perhatian, tidak sedikit peserta yang aktif bertanya dalam acara seminar tersebut.

STROKE UPDATE MANAGEMENT

STROKE UPDATE MANAGEMENT

“Stroke Update Management” inilah topik yang diangkat pada acara Simposium Ilmiah pada hari Kamis, 25 September 2014, di Auditorium Lt. 4 RS Mitra Keluarga Cibubur, yang dihadiri sekitar 75 dokter umum sekitar Cibubur, Depok, dan Bekasi, pada simposium ini menghadirkan para pembicara dr. Everhardus Sebastian, SpS (Spesialis Saraf) dan dr. Dewi Asih, SpRad (Spesialis Radiologi).

dr. Everhardus menyampaikan bahwa Stroke adalah gangguan fungsional otak yang terjadi mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik fokal maupun global, berlangsung lebih dari 24 jam, atau dapat menimbulkan kematian, disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. Faktor Risiko Stroke adalah usia, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, kolesterol tinggi, kelebihan berat badan (obesitas), gaya hidup tidak teratur, hingga kurangnya aktifitas fisik seperti olahraga merupakan faktor utama pemicu stroke. Jadi semua itu harus diatur dan di kontrol dengan sangat baik.

dr. Dewi juga menjelaskan bahwa Peranan pencitraan ialah membedakan sumbatan di pembuluh darah (Iskemik) dengan perdarahan, menentukan luasnya, kemungkinan penyebabnya membantu pemilihan terapi. Perdarahan (hemoragik) menentukan penyebab tekanan darah tinggi, sel mati (amyloid), vaskular, tumor. Lokasi dan ukuran perdarahan aktif atau tidak, Ada atau tidak peningkatan tekanan intra cranial, kemungkinan kesembuhan penyakit (prognosis), perlu operasi atau tidak.

Acara Simposium Ilmiah ini sangat menarik perhatian para peserta dokter – dokter umum, kemampuan dokter umum dalam menangani pasien merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu terapi bagi pasien. Sebagai tenaga medis pada garis pertama, dokter umum selain dituntut untuk dapat bertindak cepat dan tepat dalam menangani pasien terutama pasien gawat darurat yang butuh penyelamatan jiwa dalam waktu yang singkat, juga dituntut memiliki wawasan perkembangan ilmu kedokteran terkini.