REHABILITASI PASCA STROKE

PRINSIP SECARA UMUM

  • Stroke adalah masalah yang menyebabkan perubahan fungsi dan deficit neurologis
  • Diagnose dan pengobatan yang tepat pada fase awal penting untuk meminimalkan kerusakan yang permanen
  • Rehabilitasi yang continue sejak fase akut, memaksimalkan pemulihan dan perbaikan fungsi
  • Pengetahuan management pasien sejak awal sampai pasien keluar RS adalah penting

EPIDEMIOLOGI

  • Penyebab kematian ke 3 setelah penyakit jantung dan kanker
  • 600.000 stroke/tahun, stroke baru / 53 detik, kematian 1/3,3 menit, 72% >65 tahun

FAKTOR RESIKO

  • Tak bisa dirubah : umur, jenis kelamin, genetic, ras
  • Bisa dirubah : Hipertensi, penyakit jantung, DM, merokok, kegemukan, kurang aktif, alcohol

PEMULIHAN SARAF DAN FUNGSI

  • Perhatian Khusus
    1. Riwayat awal dan pemulihan
    2. Informasi membantu untuk menduga perkembangan deficit dan prognosis
    3. Tak ada program yang lebih baik dari lainnya
  • Fase Pemulihan Saraf
    1. Early stage (0-3 bulan setelah stroke)
    2. Late stage (>3 bulan setelah stroke)
  • Pola Pemulihan Motorik
    1. Bila kena anggota gerak, bagian atas pulih lebih dulu
    2. Anggota gerak bawah lebih cepat pulih
  • Pola Pemulihan Berbahasa
    1. Lebih sulit diperkirakan daripada motorik
    2. Kebanyakan pada 3-6 bulan pertama, bisa s/d 2 tahun
    3. Afasia fluent lebih cepat pulih
    4. Receptive afasia lebih cepat pulih
  • Pemulihan deficit neurologic spesifik
    1. Ambulasi : kemampuan ambulasi punya pengaruh besar untuk kemandirian. Pemulihan fungsi jalan dan kekuatan anggota gerak bawah setelah 11 bulan
    2. Afasia- 25% afasia

– Bila dalam 1 bulan masih afasia, 33-55% tetap afasia dalam 6 bulan, dan 25% dalam 1 tahun

– Afasia global mempunyai prognosis paling buruk

– Pemulihan afasia lebih lambat dan lama dibanding motorik, terbanyak dalam 3-6 bulan pertama

REHABILITASI STROKE

A. GOAL

  1. Individual dan berdasarkan keparahan deficit neurologis
  2. Mendata deficit fungsional dan neurologis
  3. Bagian-bagian program rehabilitasi :
    1. Meningkatkan level fungsional pasien
    2. Edukasi pasien dan keluarga
    3. Alat-alat bantu untuk ambulasi dan aktivitas kegiatan sehari-hari
    4. Pencegahan stroke ulang
    5. Perbaikan general deconditioning
    6. Pencegahan komplikasi
    7. Konseling psikologi
    8. Reintegrasi masyarakat dan vokasional
    9. Evaluasi lingkungan

B. REHAB SETTING/INTERVENSI

FASE AKUT

Tujuan rehabilitasi :

  • Mencegah komplikasi dari stroke
  • Mencegah efek tirah baring lama

Intervensi Rehabilitasi :

  • Mempertahankan integritas kulit
  • Mencegah pola postur dan spastisitas yang mengganggu pemulihan fungsi
  • Mencegah kekakuan sendi dan pemendekan otot
  • Mencegah gangguan kardiorespirasi
  • Mencegah gangguan fungsi menelan
  • Mencegah gangguan fungsi miksi dan defekasi
  • Mencegah gangguan komunikasi
  • Stimulasi multisensoris

FASE SUBAKUT

Tujuan Rehabilitasi :

  • Mengoptimalkan pemulihan neurologis dan reorganisasi saraf
  • Penatalaksanaan disabilitas dengan tetap memperhatikan pemulihan impairment melalui pendekatan atau metoda terapi yang sesuai
  • Meminimalkan dan mengatasi komplikasi

Intervensi Rehabilitasi :

  • Melanjutkan terapi fase akut
  • Terapi remedial
  • Terapi latihan dengan berbagai metoda pendekatan (muscle reeduction approach, strength training, cognitive perceptual therapy, dll)
  • Terapi latihan dengan bantuan modalitas (electrical stimulation, biofeedback)
  • Penanganan spastisitas untuk memperbaiki kemampuan fungsional melalui farmakoterapi dan botulinum toxin injeksi
  • Ortotik (armsling, splint)
  • Alat bantu mobilitas (tongkat, walker, kursi roda) dan AKS
  • Konseling manajemen diri dan emosi
  • Konseling terapi seksual sebagai dampak disabilitas
  • Konseling dan edukasi pencegahan komplikasi
  • Terapi kelompok untuk meningkatkan konsep diri, kualitas hidup

FASE KRONIS

Tujuan Rehabilitasi :

  • Mengoptimalkan kemampuan fungsional
  • Mempertahankan kemampuan fungsional yang telah dicapai
  • Mencegah komplikasi
  • Mengoptimalkan kualitas hidup

Intervensi rehabilitasi :

  • Melanjutkan berbagai pendekatan terapi fase subakut
  • Terapi latihan untuk mengatasi masalah asesibilitas
  • Terapi latihan untuk mengatasi hambatan kembali ke tempat kerja
  • Konseling dan edukasional terapi untuk resosialisasi
  • Merancang home program :

Terapi latihan untuk mencegah kekakuan sendi dan pemendekan otot sebagai latihan rutin dan kontinyu, latihan kebugaran, melakukan aktivitas sesuai dengan derajat kemandirian.

By : Dr. Eni Nuryani, SpRM (Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik)

Tanggal : 30 November 2010

Leave a Reply


− one = 3