PENANGANAN STROKE

Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi menangani penderita stroke sejak 15 tahun silam. Dengan tenaga medis berpengalaman, rumah sakit tersebut juga dilengkapi dengan CT Scan 16 slices.

Penderita stroke di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan data statistic di Amerika, setiap tahun terjadi 750 ribu kasus stroke baru di negeri Paman Sam tersebut. Sedangkan menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecendrungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Bahkan, di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker.

Dr. Med. Jimmy Soegiharto,Sp.BS, mengatakan jumlah penderita stroke tak lepas dari pola hidup yang modern. Pola hidup itu membuat masyarakat gemar mengkonsumsi makanan cepat saji. Parahnya, kebiasaan itu tak diimbangi dengan berolahraga. “kalau pola hidu modern seperti it uterus dijalani, maka jumlah penderita stroke tidak akan menurun, bahkan malah akan meningkat,” ujar dokter spesialis bedah saraf yang berpraktek di RS Mitra Keluarga Bekasi ini.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang dapat berupa : Perdarahan otak (stroke Hemoragik) dan Penyempitan pembuluh darah otak (infark Cerebri) yang mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kebutuhan Oksigen di otak tidak mencukupi. World Health Organization (WHO) mendefinisikan, stroke adalah gejala-gejala deficit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak

Beliau menjelaskan, stroke hemoragik terjadi karena adanya perdarahan di otak yang menyebabkan tekanan di dalam tempurung kepala meningkat. Perdarahan dapat terjadi disebelah kiri atau kanan dimana perdarahan otak sebelah kiri akan menyebabkan kelumpuhan bagian kanan anggota tubuh. Disamping itu karena otak kiri adalah dominan bisa juga berakibat adanya gangguan bicara (gagu). Sebaliknya, jika perdarahan disebelah kanan, terjadi gangguan di sebelah kiri anggota tubuh. “Perdarahan di otak sebelah kiri akan berakibat lebih fatal karena akan mengganggu kualitas hidup. Contoh : kelumpuhan dan gangguan bicara,” ujarnya.

Gejala stroke antara lain berupa sakit kepala, mual-mual, muntah, penglihatan kabur sampai terjadinya penurunan kesadaran termasuk kematian (inisial symptom). Oleh karena itu diagnosis yang cepat dan tepat adalah standar terapi, sebelum gejala-gejala kesadaran menurun terjadi. Salah satu penyebab stroke baik stroke hemoragik maupun stroke non hemoragik adalah hipertensi, ungkap Dr. Med. Jimmy Soegiharto, Sp.BS.

RS Mitra Keluarga Bekasi sejak 15 tahun lalu telah menangani penyakit stroke. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mendiagnosis kasus stroke , yakni computed tomography (CT Scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan jenis stroke, apakah perdarahan atau infark dan mendiagnosis tumor otak. “ dengan CT scan dan MRI, ahli bedah saraf akan mengetahui penyebab terjadinya perdarahan dan dimana letaknya,” tegas beliau.

Tindakan operasi akan dilakukan bila perdarahan terjadi cukup luas yang disertai dengan perburukan status neurologis pasien, yang mana di RS Mitra Keluarga Bekasi akan dilakukan dengan tehnik Micro Neuro Surgery sehingga tidak ada lagi kerusakan lebih lanjut pada waktu tindakan operasi. Dengan tehnik ini, pembukaan kulit otak (cortex) hanya 1 cm saja. Beliau juga mengatakan, dalam mengoperasi penderita stroke diperlukan tenaga profesional dan berpengalaman karena otak merupakan pusat saraf.

By : Dr. Med. Jimmy Soegiharto, Sp.BS (dokter spesialis bedah saraf)

Sumber : Info Bekasi, edisi 21/III/Maret 2011

Leave a Reply


× six = 6