Pemeriksaan Mamografi

Tujuan :

Untuk mengenal secara dini keganasan pada payudara.

Berperan :

Pada payudara yang mempunyai jaringan lemak lebih dominan serta jaringan fibroglandular yang relatif lebih sedikit dan biasanya ditemukan pada wanita dewasa diatas umur 40 tahun, yang pada umur tersebut terdapat peningkatan untuk terjadi keganasan.

Dapat jelas terlihat perbedaan kepadatan suatu tumor dengan jaringan sekitarnya terutama pada wanita tua, karena absorbsi sinar X oleh jaringan tumor akan lebih banyak dari pada jaringan sekitarnya.

Untuk mengenal keganasan payudara pada penderita yang secara klinis teraba benjolan, baik pada payudara yang sama maupun yang kontralateral. Untuk melihat mikrokalsifikasi yang terkadang merupakan satu-satunya yang mengarah malignancy/keganasan. Sebagai penilaian yang teliti pada kasus-kasus keganasan payudara untuk melihat respon penyinaran atau sitostatika.

Kurang berperan :

Pada payudara yang mempunyai jaringan fibroglandular padat dimana keadaan ini sering terdapat pada wanita muda dibawah usia 30 tahun.

Indikasi pemeriksaan mamografi :

  1. Adanya benjolan pada payudara.
  2. Adanya rasa tidak enak pada payudara.
  3. Pada penderita dengan riwayat resiko tinggi untuk mendapatkan keganasan payudara,antara lain : riwayat kanker dalam keluarga, tidak menyusui,dan menarche lebih awal.
  4. Pembesaran kelenjar aksiler yang meragukan.
  5. Penyakit Paget pada puting susu.
  6. Adanya penyebab metastasis tanpa diketahui asal tumor primer.
  7. Screening pada penderita dengan cancer-phobia.

periksa2

Teknik pembuatan mamografi :

  • Posisi utama yang digunakan adalah kranio-kaudal dan mediolateral. Pada beberapa pusat kedokteran sering juga dipakai posisi mediolateral oblik, terutama untuk mengenal tumor – tumor yang letaknya di sebelah lateral.
  • Biasanya dipakai tegangan antara 30 – 50 Kva dan ini diatur sesuai dengan besar kecil dan padat tidaknya payudara.
  • Film yang dipakai juga khusus, umumnya adalah film non-screen, tetapi akhir – akhir ini sering dipakai kombinasi film – screen terutama untuk mengurangi radiasi di kulit.

Cara pemeriksaan menggunakan Mammogram sangat sederhana :

  1. Anda diminta berdiri di depan mesin dengan dada terbuka.
  2. Selama beberapa menit payudara anda akan ditekan mendatar dengan menggunakan 2 buah plat plastic. Tekanan pada payudara tersebut untuk beberapa saat mungkin membuat tidak nyaman, namun semakin datar payudara maka semakin bagus gambar yang dihasilkan.
  3. Pada setiap sisi payudara diambil 2 gambar.

Pembacaan mammogrami :

Kelainan pada mammogram dapat diketahui dengan adanya tanda primer dan tanda sekunder.

Tanda primer :

  1. Kepadatan tumor dengan peningkatan densitas, batas tumor tidak teratur, merupakan spikula atau mempunyai ekor seperti komet.
  2. Adanya mikrokalsifikasi yang spesifik.

Tanda sekunder :

  1. Perubahan pada kulit berupa penebalan dan retraksi.
  2. Kepadatan yang asimetris.
  3. Keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglandular yang tak teratur.
  4. Pembesaran kelenjar aksiler.

Pada tumor jinak, mamografi memberikan tanda :

  1. Lesi dengan densitas meningkat, batas tegas, licin dan teratur.
  2. Adanya halo.
  3. Kadang – kadang tampak perkapuran yang kasar dan umumnya dapat dihitung.

Jadwal Pemeriksaan Mammografi yang direkomendasikan adalah :

  • Wanita usia 35-39 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan dasar mammografi 1x.
  • Wanita usia 40-49 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan 1-2 tahun sekali.
  • Wanita diatas 50 tahun keatas dianjurkan melakukan 1 tahun sekali walaupun tidak ada keluhan.

Leave a Reply


nine − = 3