NYERI LUTUT

Nyeri lutut termasuk salah satu keluhan yang sering membawa seseorang pergi ke dokter, dimana kejadiannya semakin meningkat bersamaan dengan meningkatnya aktivitas dan kesadaran akan pentingnya berolahraga. Olah raga memang telah terbukti merupakan komponen penting untuk mencapai kesehatan, tetapi tidak dilakukan dengan benar justru akan menimbulkan keluhan, salah satunya adalah nyeri lutut.

Ada berapa jenis nyeri lutut ?

Ada 2 jenis nyeri lutut, yaitu akut dan kronis.

1. Nyeri lutut akut

Nyeri lutut akut adalah nyeri lutut yang timbul tiba-tiba (beberapa saat sampai beberapa hari yang lalu), biasanya terjadi setelah melakukan aktivitas yang berat seperti loncat, lari atau setelah mendapat trauma misalnya cedera olah raga dan kecelakaan lalu lintas. Sumber dari rasa nyeri pada lutut akut bisa berasal gangguan struktur anatomi lutut, yaitu ; tulang, tulang rawan, ligament, otot, tendo, bantalan otot dan bantalan sendi.

Apa yang harus dilakukan setelah cedera lutut ?

Jika timbul nyeri lutut akut, yang harus dilakukan adalah beristirahat, terutama jika sedang melakukan olah raga. Setelah itu kompres bagian yang nyeri dengan es selama 15-20 menit, kemudian balut dengan menggunakan elastis perban, dan posisi lutut ditinggikan dengan cara mengganjal pergelangan kaki yang cedera dengan bantal pada posisi berbaring. Untuk sementara lutut yang cedera tidak digunakan untuk menyangga berat badan (berdiri). Disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, karena bisa saja nyeri disebabkan gangguan yang serius seperti patah tulang, tergesernya hubungan antar tulang, robek ligament, robek tendon atau robek meniscus. Nyeri lutut akut yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan gangguan fungsi lutut dikemudian hari, bahkan dapat menimbulkan kecacatan.

2. Nyeri Lutut Kronis

Nyeri lutut yang dirasakan sudah lama (lebih 2 minggu). Sifat nyeri biasanya ngilu dan pegal pada lutut, dan timbul terutama setelah berjalan agak jauh atau banyak berdiri. Nyeri lutut kronis yang paling sering terjadi adalah disebabkan oleh osteoarthritis (pengapuran sendi), bursitis (radang bantalan sendi), tendinitis (radang ujung otot), atau kasus lebih jarang seperti rematoid arthritis dan gout. Osteoarthritis adalah penyebab tersering nyeri sendi pada usia di atas 50 tahun, dan merupakan penyakit degenerasi / penuaan sendi yang menyerang struktur tulang rawan sendi. Pada pemeriksaan rontgen tampak tonjolan pada ujung tulang yang disebut “spur” atau “pengapuran”. Sendi yang terkena biasanya sendi yang berfungsi menumpu berat badan, yaitu lutut dan pergelangan kaki. Penyebab osteoarthritis ada dua yaitu primer dan sekunder.

Osteoarthritis Primer tidak diketahui penyebabnya dengan pasti, kemungkinan besar adalah factor keturunan dan factor usia. Sedangkan osteoarthritis sekunder disebabkan oleh cedera lutut yang terjadi di waktu silam, misalnya cedera lutut saat bermain sepak bola, basket, atau karena beban sendi yang berlebihan misalnya pada orang dengan berat badan berlebihan. Akibatnya stabilitas sendi lutut akan terganggu sehingga memicu terjadinya osteoarthritis.

Apakah akibatnya jika nyeri lutut tidak ditangani dengan sempurna ?

Nyeri lutut dapat menghambat aktivitas penderita, lambat laun dapat terjadi kelemahan otot di sekitar lutut, yang akhirnya dapat terjadi pengecilan otot dan perubahan bentuk sendi lutut. Jika tidak ditangani dengan tepat, lambat laun dapat terjadi kekakuan sendi, sehingga penderita kesulitan untuk berdiri, berjalan dan selalu merasakan nyeri.

Bagaimana penanganan nyeri lutut kronis ?

Dokter harus menegakkan diagnose nyeri lutut pasien dengan tepat, sehingga dapat diberikan penanganan yang sesuai.

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam penanganan nyeri lutut kronis, yaitu :

Mengenali dan mengatasi kondisi yang dapat meningkatkan beban sendi lutut, seperti berat badan yang berlebihan, aktivitas yang salah atau berlebihan seperti banyak berlutut, lompat, naik turun tangga, gerakan lutut terpuntir, atau penggunakan alas kaki yang tidak tepat. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan pasien, sehingga pasien termotivasi untuk bekerjasama dengan dokter dalam upaya mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.

Mempertahankan stabilitas lutut melalui latihan penguatan otot sekitar sendi lutut, dan mengurangi beban pada sendi lutut. Latihan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot paha bagian depan, meningkatkan fungsi sendi, dan mencegah kekakuan otot paha bagian belakang. Latihan sebaiknya dilakukan tanpa membebani lutut, yaitu dengan cara duduk, berbaring, sepeda atau didalam air.

Mengatasi nyeri dengan menggunakan obat penghilang nyeri dan bengkak, tetapi mengingat efek samping yang merugikan seperti nyeri ulu hati, maka penggunaan obat anti nyeri harus dibawah pengawasan dokter. Sebagai pengganti obat dapat digunakan modalitas terapi listrik untuk mengurangi nyeri yaitu TENS (Transcutaneus Electro Nerve Stimulation) atau penggunaan modalitas terapi panas seperti MWD (Microwave Diathermy) atau USD (Ultrasound Diathermy).

By : Dr. Lia Marliana, SpOT

Tanggal : 25 November 2010

Leave a Reply


6 + = nine