Hipertiroid

Q:  Apakah yang di maksud dengan hipertiroidisme?
A: Hipertiroidisme adalah suatu kondisi dimana suatu kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan suatu jumlah yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid yang beredar dalam darah.

Q:  Apa saja yang dapat menyebabkan hipertiroid ?
A: Beberapa penyebab-penyebab umum dari hipertiroid termasuk:

tiroid

  • Penyakit Graves
  • Functioning adenoma (“hot nodule”) dan Toxic Multinodular Goiter (TMNG)
  • Pemasukkan yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid
  • Pengeluaran yang abnormal dari TSH
  • Tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid)
  • Pemasukkan yodium yang berlebihan



Q:  Seperti apakah hormone tiroid ?

A:  Hormon-hormon tiroid menstimulasi metabolisme dari sel-sel. Mereka diproduksi oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertempat pada bagian bawah leher, dibawah Adam’s apple. Kelenjar tiroid mengambil yodium dari darah (yang kebanyakan datang dari makanan-makanan seperti seafood, roti, dan garam) dan menggunakannya untuk memproduksi hormon-hormon tiroid.

Q:  Seperti apa gejala dan tanda yang timbul pada hipertiroid ?

A:  Hipertiroid mempunyai banyak tanda-tanda dan gejala-gejala, bagaimanapun, pasien-pasien dengan penyakit yang ringan biasanya tidak mengalami gejala-gejala. Pada pasien-pasien yang lebih tua dari 70 tahun, tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas mungkin juga tidak hadir. Pada umumnya, gejala-gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat.

gejala

Gejala-gejala umum termasuk:

  • Keringat berlebihan
  • Ketidaktoleranan panas
  • Pergerakan-pergerakan usus besar yang meningkat
  • Gemetaran, lebih sering pada ujung jari
  • Kegelisahan; agitasi
  • Denyut jantung yang cepat
  • Kehilangan berat badan, makan banyak tetapi tidak bisa gemuk
  • Kelelahan
  • Konsentrasi yang berkurang
  • Aliran menstrual yang tidak teratur dan sedikit
  • Mata besar (membelalak = exophthalmus)
  • Keluhan lain pada mata (spt nyeri peka cahaya, kelainan penglihatan dan conjunctivitis)
  • Kelenjar gondok membesar (struma nodosa) atau bisa juga tidak
  • Perubahan-perubahan mental, seperti kebingungan dan kegila-gilaan, juga mungkin terjadi.
  • Pada pasien-pasien yang lebih tua, dapat terjadi irama jantung yang tidak teratur dan gagal jantung
  • Pada keadaan yang lebih lanjut lagi dapat disertai dengan diare yang banyak, sehingga menyebabkan dehidrasi
  • Pada bentuk yang paling parahnya, hipertiroid yang tidak dirawat mungkin berakibat pada “thyroid storm,” suatu kondisi yang melibatkan tekanan darah tinggi, demam, dan gagal jantung.

Sebaiknya siapapun yang kira-kira punya ciri-ciri di atas, segera memeriksakan diri kepada dokter penyakit dalam, kalau bisa yang mengambil sub-spesialis endokrinologi (penyakit kelainan hormon).

mulai

Q:  Mulai kapan kita perlu waspada terkena hipertiroid ?
A:  Hipertiroid dapat dicurigai pada pasien-pasien dengan:

  • gemetaran-gemetaran,
  • keringat berlebihan,
  • kulit yang seperti beludru halus,
  • rambut halus,
  • suatu denyut jantung yang cepat
  • suatu pembesaran kelenjar tiroid.
  • mungkin ada keadaan bengkak sekeliling mata-mata dan suatu tatapan yang seperti membelalak disebabkan oleh peninggian dari kelopak-kelopak mata bagian atas.

Q:  Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan selanjutnya untuk mendiagnosa hipertiroid ?
A:  Bagaimanapun, alat utama untuk mendeteksi hipertiroid adalah pengukuran tingkat darah TSH, tetapi tidak menunjuk pada suatu penyebab spesifik. Suatu kombinasi dari screening antibodi (untuk penyakit Graves) dan suatu thyroid scan menggunakan yodium yang dilabel radioaktif (yang berkonsentrasi pada kelenjar tiroid) dapat membantu mendiagnosis penyakit tiroid yang mendasarinya.

Q:  Bagaimana pengobatan untuk Hipertiroid ini ?
A:  Untuk memutuskan pengobatan apa yang akan diambil, maka dokter akan menilai dari keparahan penyakitnya, gejala-gejalanya, umur pasien, apakah pasien mengalami penyakit lain seperti gagal jantung, apakah pasien menggunakan obat lain yang menimbulkan efek samping hipertiroid, dan juga kepatuhan pasien dalam minum obat. Pengobatan hipertiroid dilaksanakan dengan tujuan untuk membatasi produksi hormon tiroid yg berlebihan.

Pilihan-pilihan untuk penanganan hipertiroid termasuk:

  • Mengobati gejala-gejala, Obat-obat ini menetralkan/meniadakan efek-efek dari hormon tiroid untuk meningkatkan metabolisme, namun tidak merubah tingkat-tingkat hormon-hormon tiroid dalam darah.
  • Obat-obat anti tiroid. Obat-obat ini berakumulasi di jaringan tiroid dan menghalangi produksi hormon-hormon tiroid. Biasanya diberikan sekitar 18 – 24 bln. Contoh obatnya: propil tio urasil (PTU), karbimazol.
  • Pemberian yodium radioaktif. biasa untuk pasien berumur 35 /lebih atau pasien yang hipertiroidnya kambuh setelah operasi. Yodium ber-radioaktif. diberikan secara oral (melalui mulut, dengan pil atau cairan). Yodium ber-radioaktif diambil oleh sel-sel aktif dalam tiroid dan menghancurkan sel-sel tiroid hanya lokal, dan tidak ada efek-efek sampingan yang menyebar luas dengan terapi ini.
  • Mengobati secara operasi. Komplikasi utama adalah gangguan dari jaringan sekitarnya, termasuk syaraf pada pita suara (vocal cords) dan empat kelenjar kecil pada leher yang mengatur tingkat-tingkat kalsium dalm tubuh (kelenjar-kelenjar paratiroid). Pengangkatan kelenjar-kelenjar ini yang secara kebetulan mungkin berakibat pada tingkat-tingkat kalsium yang rendah dan memerlukan terapi penggantian kalsium.

Indikasi operasi untuk:

  • pasien-pasien hamil dan anak-anak yang mempunyai reaksi kurang baik terhadap obat-obat antitiroid dan untuk yang alergi terhadap obat / yodium radioaktif.
  • pasien-pasien dengan kelenjar-kelenjar tiroid yang sangat besar dan mempunyai gejala-gejala penekanan terhadap jaringan-jaringan yang berdekatan pada tiroid, seperti kesulitan menelan, keparauan suara, dan sesak napas.

Oleh : Dr.Olly Renaldi, Sp.PD K-EMD

Q:  Apakah yang di maksud dengan hipertiroidisme?
A: Hipertiroidisme adalah suatu kondisi dimana suatu kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan suatu jumlah yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid yang beredar dalam darah.Q:  Apa saja yang dapat menyebabkan hipertiroid ?
A: Beberapa penyebab-penyebab umum dari hipertiroid termasuk:
Penyakit Graves
Functioning adenoma (“hot nodule”) dan Toxic Multinodular Goiter (TMNG)
Pemasukkan yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid
Pengeluaran yang abnormal dari TSH
Tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid)
Pemasukkan yodium yang berlebihanQ:  Seperti apakah hormone tiroid ?
A:  Hormon-hormon tiroid menstimulasi metabolisme dari sel-sel. Mereka diproduksi oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertempat pada bagian bawah leher, dibawah Adam’s apple. Kelenjar tiroid mengambil yodium dari darah (yang kebanyakan datang dari makanan-makanan seperti seafood, roti, dan garam) dan menggunakannya untuk memproduksi hormon-hormon tiroid.Q:  Seperti apa gejala dan tanda yang timbul pada hipertiroid ?
A:  Hipertiroid mempunyai banyak tanda-tanda dan gejala-gejala, bagaimanapun, pasien-pasien dengan penyakit yang ringan biasanya tidak mengalami gejala-gejala. Pada pasien-pasien yang lebih tua dari 70 tahun, tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas mungkin juga tidak hadir. Pada umumnya, gejala-gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat.Gejala-gejala umum termasuk:
Keringat berlebihan
Ketidaktoleranan panas
Pergerakan-pergerakan usus besar yang meningkat
Gemetaran, lebih sering pada ujung jari
Kegelisahan; agitasi
Denyut jantung yang cepat
Kehilangan berat badan, makan banyak tetapi tidak bisa gemuk
Kelelahan
Konsentrasi yang berkurang
Aliran menstrual yang tidak teratur dan sedikit
Mata besar (membelalak = exophthalmus)
Keluhan lain pada mata (spt nyeri peka cahaya, kelainan penglihatan dan conjunctivitis)
Kelenjar gondok membesar (struma nodosa) atau bisa juga tidak
Perubahan-perubahan mental, seperti kebingungan dan kegila-gilaan, juga mungkin terjadi.
Pada pasien-pasien yang lebih tua, dapat terjadi irama jantung yang tidak teratur dan gagal jantung
Pada keadaan yang lebih lanjut lagi dapat disertai dengan diare yang banyak, sehingga menyebabkan dehidrasi
Pada bentuk yang paling parahnya, hipertiroid yang tidak dirawat mungkin berakibat pada “thyroid storm,” suatu kondisi yang melibatkan tekanan darah tinggi, demam, dan gagal jantung.
Sebaiknya siapapun yang kira-kira punya ciri-ciri di atas, segera memeriksakan diri kepada dokter penyakit dalam, kalau bisa yang mengambil sub-spesialis endokrinologi (penyakit kelainan hormon).Q:  Mulai kapan kita perlu waspada terkena hipertiroid ?
A:  Hipertiroid dapat dicurigai pada pasien-pasien dengan:
gemetaran-gemetaran,
keringat berlebihan,
kulit yang seperti beludru halus,
rambut halus,
suatu denyut jantung yang cepat
suatu pembesaran kelenjar tiroid.
mungkin ada keadaan bengkak sekeliling mata-mata dan suatu tatapan yang seperti membelalak disebabkan oleh peninggian dari kelopak-kelopak mata bagian atas.Q:  Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan selanjutnya untuk mendiagnosa hipertiroid ?
A:  Bagaimanapun, alat utama untuk mendeteksi hipertiroid adalah pengukuran tingkat darah TSH, tetapi tidak menunjuk pada suatu penyebab spesifik. Suatu kombinasi dari screening antibodi (untuk penyakit Graves) dan suatu thyroid scan menggunakan yodium yang dilabel radioaktif (yang berkonsentrasi pada kelenjar tiroid) dapat membantu mendiagnosis penyakit tiroid yang mendasarinya.Q:  Bagaimana pengobatan untuk Hipertiroid ini ?
A:  Untuk memutuskan pengobatan apa yang akan diambil, maka dokter akan menilai dari keparahan penyakitnya, gejala-gejalanya, umur pasien, apakah pasien mengalami penyakit lain seperti gagal jantung, apakah pasien menggunakan obat lain yang menimbulkan efek samping hipertiroid, dan juga kepatuhan pasien dalam minum obat. Pengobatan hipertiroid dilaksanakan dengan tujuan untuk membatasi produksi hormon tiroid yg berlebihan.Pilihan-pilihan untuk penanganan hipertiroid termasuk:
Mengobati gejala-gejala, Obat-obat ini menetralkan/meniadakan efek-efek dari hormon tiroid untuk meningkatkan metabolisme, namun tidak merubah tingkat-tingkat hormon-hormon tiroid dalam darah.
Obat-obat anti tiroid. Obat-obat ini berakumulasi di jaringan tiroid dan menghalangi produksi hormon-hormon tiroid. Biasanya diberikan sekitar 18 – 24 bln. Contoh obatnya: propil tio urasil (PTU), karbimazol.
Pemberian yodium radioaktif. biasa untuk pasien berumur 35 /lebih atau pasien yang hipertiroidnya kambuh setelah operasi. Yodium ber-radioaktif. diberikan secara oral (melalui mulut, dengan pil atau cairan). Yodium ber-radioaktif diambil oleh sel-sel aktif dalam tiroid dan menghancurkan sel-sel tiroid hanya lokal, dan tidak ada efek-efek sampingan yang menyebar luas dengan terapi ini.
Mengobati secara operasi. Komplikasi utama adalah gangguan dari jaringan sekitarnya, termasuk syaraf pada pita suara (vocal cords) dan empat kelenjar kecil pada leher yang mengatur tingkat-tingkat kalsium dalm tubuh (kelenjar-kelenjar paratiroid). Pengangkatan kelenjar-kelenjar ini yang secara kebetulan mungkin berakibat pada tingkat-tingkat kalsium yang rendah dan memerlukan terapi penggantian kalsium.Indikasi operasi untuk:
pasien-pasien hamil dan anak-anak yang mempunyai reaksi kurang baik terhadap obat-obat antitiroid dan untuk yang alergi terhadap obat / yodium radioaktif.
pasien-pasien dengan kelenjar-kelenjar tiroid yang sangat besar dan mempunyai gejala-gejala penekanan terhadap jaringan-jaringan yang berdekatan pada tiroid, seperti kesulitan menelan, keparauan suara, dan sesak napas.

Leave a Reply


nine − 8 =