BEBERAPA KELAINAN KAKI BENGKOK PADA ANAK

Kaki bengkok yang merupakan kelainan pada kaki pada bayi/anak dapat dibedakan menjadi :

  1. Kelainan didapat
  2. Kelainan bawaan
  3. Kelainan dalam perkembangan

Ada banyak bentuk kelainan kaki pada anak. Pembahasan ini akan membahas beberapa kelainan yang cukup sering ditemui yaitu congenital talipes equinovarus (CTEV) atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai Club foot, Metatarsus adductus dan kaki Ceper (flat foot).

Apakah yang dimaksud dengan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) itu?

CTEV berasal dari bahasa latin, dimana Congenital berarti sesuatu yang sudah ada sejak lahir, Talipes berasal dari kata talus yang berarti tulang talus (tulang pergelangan kaki) dan dari kata pes yang artinya kaki, Equinus berarti posisi kaki dan pergelangan kaki yang mengarah ke bawah dan belakang, dan Varus berarti posisi kaki yang memutar ke dalam sehingga telapak kaki menghadap bagian dalam.

Jadi CTEV merupakan kelainan bawaan pada kaki bayi dimana kaki berputar ke dalam sehingga telapak kaki menghadap kebelakang. Kelainan ini juga disertai oleh lengkungan kaki dibagian dalam yang lebih tinggi (cavus).

Kelainan pada kaki yang menyertai CTEV :

  1. Tumit yang kecil dan lebih tinggi letaknya.
  2. Lipatan kulit yang dalam dibagian belakang tumit dan telapak kaki.
  3. Otot betis yang lebih kecil.
  • Kaki mana yang lebih sering terkena ?

Dapat mengenai satu kaki saja atau kedua kaki. Tidak ada perbedaan antara kaki kiri dan kanan. Kasus bilateral (kedua kaki) didapatkan sebesar 30-50%.

  • Seberapa sering kasus ini ditemukan?

Insiden kasus ini adalah 1:1000 kelahiran hidup (data dari Negara barat). Di Indonesia belum ada data yang akurat.

  • Perbedaan jenis kelamin untuk kelainan ini yaitu 2 kali lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki dibanding perempuan.
  • PENYEBAB dari kelainan ini tidak diketahui, ada beberapa teori mengenai kemungkinan penyebabnya :
  1. Kelainan genetic
  2. Gangguan dan tumbuh kembang selama dalam kandungan
  3. Kelainan saraf
  4. Sebagai kelainan yang timbul akibat posisi janin dalam kandungan ibu (postural)
  5. Atau sebagai bagian dari kelainan-kelainan lain (syndrome)
  • Apakah ada faktor keturunan ?

Ya, sebagai akibat dari kelainan genetic. 25% kasus didapatkan ada riwayat kelainan ini dalam keluarga. Jika anak pertama mengalami kelainan ini, maka ada 5% kemungkinan anak kedua mengalami kelainan yang sama. Jika salah satu orangtua mempunyai kelainan ini, maka terdapat kemungkinan 3-4% anak mereka mengalami kelainan ini dan jika kedua orangtua mempunyai kelainan ini, maka terdapat 15% kemungkinan anak mereka mengalami kelainan ini.

  • Apa saja akibat yang dapat ditimbulkan oleh kelainan ini kelak bila tidak ditangani ?
  1. Daerah kaki yang menjadi tumpuan berat badan sewaktu berjalan akan berubah, bukan lagi tumit dan telapak kaki sebagai tumpuan berat badan melainkan bagian luar kaki dan sebagian punggung kaki. Hal ini akan mengakibatkan gangguan cara berjalan dan menimbulkan penebalan kulit di daerah tersebut.
  2. Selain itu, tulang-tulang kaki akan mengalami kelainan posisi yaitu bergeser dan berputar. Dalam jangka panjang hal ini dapat mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi yang disebut osteoarthritis yang dapat menimbulkan nyeri saat berjalan.
  3. Karena perubahan bentuk dan kelainan posisi kaki, maka anak tidak dapat menggunakan sepatu yang normal.
  4. Gangguan kosmetik dan gaya berjalan akan menimbulkan rasa rendah diri dan mengganggu prestasi anak di sekolah.

Sehingga, apabila kelainan ini tidak dikoreksi secara dini :

  • Akan berlanjut hingga dewasa
  • Sulit dikoreksi dan memerlukan tindakan bedah yang lebih rumit
  • Bagaimana bentuk kelainan yang didapatkan pada CTEV ?
  1. Kaki berputar sehingga telapak kaki menghadap kebelakang.
  2. Bagian tengah kaki melengkung ke dalam sehingga jari-jari kaki terlihat memutar ke dalam.
  3. Tumit lebih tinggi dan kecil.
  4. Otot-otot betis lebih tipis.
  5. Lipatan kulit yang dalam dibelakang tumit dan pertengahan kaki.
  6. Garis yang ditarik dari jari ketiga tidak berada ditengah tumit.
  7. Punggung kaki tidak dapat dibawa menyentuh bagian depan betis.
  • Kelainan-kelainan yang dapat menyertai CTEV :
  1. Gangguan perkembangan sendi panggul sehingga terjadi cerai sendi.
  2. Penutupan yang tidak sempurna dari bagian belakang tulang belakang (spina bifida).
  3. Gangguan saraf dan jaringan ikat yang mengakibatkan kekakuan pada sendi-sendi anggota gerak (arthrogryposis).
  4. Kurang sempurna atau tidak terbentuknya tulang tibia (tulang kering).
  • Apakah CTEV dapat dicegah ?

Tidak ada pencegahan yang bersifat mutlak untuk CTEV. Wanita yang sedang hamil tentunya harus menghindari asap rokok ataupun radiasi dan obat-obatan tanpa anjuran dokter. Ada penelitian yang mendapatkan hasil bahwa wanita yang merokok selama kehamilan 20 kali lebih besar risikonya untuk melahirkan bayi dengan CTEV.

  • Bagaimana CTEV ditangani ?

Sebelumnya, harus dimengerti lebih dahulu bahwa walaupun bayi dengan CTEV ditangani dengan baik, tetaplah tidak dapat dicapai bentuk dan posisi kaki yang kembali normal.

Tujuan Pengobatan :

  1. Mendapatkan kaki yang mendekati posisi normal (plantigrade)
  2. Mengupayakan kaki yang fleksibel
  3. Mencapai kaki yang berfungsi baik

Sehingga dengan demikian pada saat bayi telah mencapai usia berjalan, maka ia dapat berjalan dengan cara jalan yang mendekati normal dengan menggunakan sepatu yang normal.

  • Metode Pengobatan CTEV
  1. Penanganan secara non-operatif

Adalah penanganan yang tidak menggunakan metode operasi, yaitu dengan melakukan koreksi dari kelainan yang ada dan kemudian dipertahankan dengan gips secara bertahap.

  • Metode ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin, yaitu dalam minggu pertama setelah lahir; sebaiknya setelah bayi berumur satu atau dua hari.
  • Dilakukan manipulasi dan koreksi dari kelainan yang ada dan dipertahankan dengan gips yang dipasang mulai dari ujung-ujung kaki hingga pertengahan paha.
  • Gips dibuka setiap 1 minggu, kemudian koreksi dilakukan kembali dan dipertahankan lagi dengan gips.
  • Demikian seterusnya hingga dicapai kaki yang mendekati bentuk dan posisi yang normal, biasanya selama 8-12 minggu.
  • Bila perlu, juga dilakukan operasi ringan untuk memanjangkan urat otot tumit (Achilles tendon) yang tegang dan menghambat koreksi.
  • Apabila telah tercapai koreksi yang diinginkan, maka bayi tidak digips lagi tetapi posisi kaki dipertahankan dengan menggunakan sepatu khusus yang disebut sepatu Dennis-Browne sepanjang hari selama 2-3 bulan. Setelahnya sepatu Dennis-Browne tersebut hanya dipakai dimalam hari sampai anak mencapai usia 3 tahun.
  • Komplikasi yang dapat terjadi dengan menggunakan gips pada metode non-operatif:

1. Koreksi tidak maksimal

2. Gangguan aliran darah ke kaki dan jari-jari kaki akibat gips yang terlalu ketat

Metode Operatif

Penanganan secara operatif dilakukan apabila penanganan secara non-operatif tidak berhasil atau bila terjadi kekambuhan setelah dilakukan penanganan dengan metode non-operatif atau pada kasus-kasus yang terlambat datang.

Prinsipnya adalah membebaskan struktur-struktur di kaki atau memanjangkan otot-otot kaki yang menghambat koreksi.

Penanganan pasca operasi, posisi kaki yang telah dikoreksi dipertahankan dengan gips dan tetap menggunakan sepatu Dennis-Browne.

Komplikasi yang dapat terjadi dengan metode operatif :

1. Infeksi

2. Gangguan penyembuhan luka operasi

3. Cedera pada pembuluh darah atau saraf

  • KESIMPULAN

CTEV merupakan kelainan bawaan yang cukup sering didapatkan. Kelainan ini memberikan hasil yang sangat baik bila ditangani secara dini dan pilihan utama penanganannya adalah dengan metode non-operatif. Apabila penderita tidak ditangani dengan baik atau tidak ditangani secara dini maka akan memberikan dampak yang cukupmenyulitkan bagi penderita di kemudian hari. Selain itu, penanganannya akan lebih sulit.

By : Dr. Harjanto Effendi, SpOT

Leave a Reply


6 − five =